Cinta Itu Harus Memiliki
Kata orang: “Cinta itu tidak harus memiliki, Cukuplah melihat orang yang dicintai bahagia”
Itu hanyalah ungkapan orang yang tak mampu memiliki cinta
Orang yang tak berdaya menggapai cintanya
Apakah tak sakit melihat orang yang dicintai bersama orang lain??
Karena itu cinta harus memiliki..
Kenapa saya bilang harus?
karena jika tidak memilikinya maka kamu akan menderita
Menderita karena cinta yang tidak pasti
Merasakan sakit yang tak seharusnya dirasakan untuk sesuatu yang tidak pasti
Bohong jika kamu tak merasa sakit dengan cinta itu
Sahabat, jika kamu tak sanggup memilikinya
Tak mampu menikahinya
Lupakanlah cinta itu, jangan mencintainya lagi
Karena tak ada cinta diluar pernikahan
Tak ada keindahan cinta selain cinta yang terikat pernikahan
Cinta yang tak dapat kamu jangkau itu
Cinta itu hanya akan menyakitimu, dirinya, dan yang akan menjadi pendampingmu
Jangan menangisi seseorang yang bukan milikmu
Karena Allah telah menyiapkan seseorang yg terbaik untukmu
Mungkin saat ini dia yang disiapkan untukmu..
sedang menangis mengadu kepada Tuhan-Nya
Memohon agar dipertemukan denganmu..
Cintailah yang kamu miliki, karena dia sebaik-baik pilihan untukmu..



Alfawwaz 1:00 pm pada 23 Maret 2010 Permalink |
artikelnya bagus, tp mo sekedar sharing neh, gimana kalau cinta tsb diatas, tetap dimiliki hanya dalam hati saja ??? dengan tidak berniat untuk menyakiti sispapun…….???
eren 5:18 am pada 24 Maret 2010 Permalink |
hmm.. kalo mnurut ana sendiri, tetep.. saat qta telah memilih seseorang untuk menjadi pasangan jiwa qta maka sebaiknya lupakan cinta selain pada pasangan qta.. mungkin menurut qta itu tidak menyakiti siapa2, padahal qta sedang menyakiti diri sendiri.. dan hal itu bisa berpengaruh pada rumah tangga yg qta bangun.. mungkin saat itu istri ataupun suami memberikan sepenuhnya cintanya tuk qta dengan berusaha menjadi pasangan yg baik, sementara hati qta tak hanya untuknya seorang, tp telah terbagi pada yg lain, seseorang yg tidak halal untuk qta.. apa itu tidak mendzolimi pasangan qta??meskipun dia sebenarnya tidak tahu.. kalo bahasa gaulnya “Main Hati”..
yakinlah siapapun yg menjadi pendamping hidup qta adalah yg terbaik untuk qta..
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
sakti 7:31 am pada 11 April 2010 Permalink |
sa’at kita mencintai seseorang,tapi ada seseorang yang lebih baik dari kita.yang mampu membimbing dan memimpin orang yang kita cintai jauh lebih baik dari kita,apakah tidak sebaiknya merelakan cinta kita untuk orang tarsebut.
eren 11:13 pm pada 11 April 2010 Permalink |
ada 2 pilihan:
1. tetap bertahan dengannya, dan menjadi pribadi yang lebih baik hingga pantas mendampinginya.. karena, bisa jadi seseorang itu lebih baik dari kita, namun belum tentu si dia bakal bahagia dengannya.. mungkin qta punya banyak kekurangan tapi qta lah yg dibutuhkannya.. karena bukan kesempurnaan yg dicari dari pasangan,, tp saling melengkapi dan membahagiakan..
2. jika qta masih berfikir qta tak pantas untuknya, maka lepaskan dan lupakan.. tapi ini akan sangat menyakitkan.. oleh karena itu jika qta memilih melepaskan, jangan pernah mengingatnya lagi, seperti coment saya di atas, mengingatnya hanya akan menyakiti diri kita dan pendamping qta nantinya.. tentu saja qta tak ingin rumah tangga qta dibayangi oleh orang ketiga..
apapun yg menjadi pilihan qta, jalani dengan ikhlas,, semoga itu yg terbaik dari Allah..
ika 6:44 pm pada 17 April 2010 Permalink |
cnta…cinta daN cinta???????
Mencintai Tapi Tdk memiliki, Westing Time deehhh!!!!!!!
eren 12:07 am pada 18 April 2010 Permalink |
“wasting time” sayang.. bukan “westing time”.. tapi masih mending daripada Tis’a malah “washing time”.. heheh
zahirahatake 7:40 am pada 2 Juli 2010 Permalink |
mantapphh, kak… ^^
terlebih lagi, kata2 “Mungkin saat ini dia yang disiapkan untukmu..
sedang menangis mengadu kepada Tuhan-Nya
Memohon agar dipertemukan denganmu..”
aungelsofan 4:02 pm pada 7 Juli 2010 Permalink |
sebenarnya masih ada pertanyaan klasik …..
apa sih itu cinta …….:?:
eren 6:47 pm pada 7 Juli 2010 Permalink |
haha.. silahkan jawab sendiri.. karena gak ada yg dapat menjelaskan dengan pasti apa arti cinta, kcuali dia merasakan sendiri anugerah itu..
aungelsofan 7:34 pm pada 7 Juli 2010 Permalink |
sebegitu rumitkah, sehingga kata-katapun tak mampu untuk menjelaskanya, atau memang cinta tidak membutuhkan penjelasan kata-kata tetapi rasa yang dianugerahkan dari Sang Pecinta itu sendiri. hmmmmm
eren 8:49 pm pada 7 Juli 2010 Permalink |
hemmm.. mungkin bnyk orang2 yg udah mncoba mnjelaskan makna cinta.. namun tak ada yg bisa menandingi rasa.. so, rasakan sendiri sensasinya (iklan banget..hehe)
zikrafatan 10:35 am pada 24 Juli 2010 Permalink |
itu dia yang selalu jadi masalah
cinta itu datang kembali disaat tak seharusnya datng karena dia datang ketika aku sudah bersama yang lain dalam ikatan , tapi aku tak dapat menghindar dari semua itu terlalu manis untuk dibuang ,, terlalu indah untuk dilupakan bahkan mampu menghidupkan semua sisi hidupku yangsempat beku, aku akui sebelumnya aku terjebak dalam satu kondisi dimana aku tak bisa menghindar dari pernikahan .setelah sekian lama baru terasa aku salah langkah dulu , sesal hanya tinggal sesal memang tapi hidup harus tetap berjalan bukan? aku selalu mencoba menjalali hidup untuk mencintai pasanganku tapi kenapa selalu terasa hampa , dan pada saat cinta itu datang padaku aku tak mampu menolaknya kubiarkan diriku menikmati keindahan cinta itu dan tenggelam makin dalam bahkan terlalu dalam , karena aku selalu merasa inilah yang hilang selama hidupku ini ,,, oh tuhan kau berikan akau rasa ini disaat aku tak bisa memilikinya ,,,,,,,,,,
itulah akau saat ini dan sampai saat ini saya tak menemukan jalan keluar dari semua ini
sekedar curhat berbagi cerita tentang cinta , agar bebanku terasa lebih ringan ,, so harus bagaimana aku ini ????????????????????????
eren 8:39 am pada 25 Juli 2010 Permalink |
bismillah..
Saat dirimu mengucapkan ijab Kabul enatah dengan siapapun itu, maka ada kesadaran dalam pikiran dan jiwamu. Kesadaran bahwa kamu memilih dia untuk menjadi pendampingmu, bukan orang lain. Bukan mereka yang pernah singgah sejenak dalam hidupmu, tapi kamu memilih dia. So, ada konsekwensi di dalamnya, kewajibanmu menumbuhkan cinta terhadapnya dan mengubur semua cinta yang lain. Tak mudah memang, tapi itulah yang harus dilakukan untuk menggapai kebahagiaan, tak hanya untuk isrimu namun terutama untuk dirimu sendiri.
Kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga itu adalah hal yang wajar. Disitulah kesetiaanmu pada pasangan diuji. Mungkin saat ini dirimu menganggap “dia” yang pernah hadir dihatimu itu lebih baik dari istrimu. “dia” lebih bisa membahagiakanmu daripada istrimu. Tapi, yakinlah itu hanya saat ini. Saat kamu belum memiliki “dia”, saat kamu masih bersama istrimu. Namun jika suatu saat kamu melepas istrimu dan lebih memilih “dia”, apa ada jaminan bahwa dirimu akan lebih bahagia dari sekarang?? Yup, tidak satu orang pun yang bisa menjamin. “rumput tetangga memang selalu lebih hijau” .
Cobalah jalani lagi rumah tanggamu itu dengan cara yang berbeda. Jangan berusaha mencintai istrimu, tapi berusahalah melihat cinta istrimu. Karena cinta itu akan datang dengan sendirinya. Jangan sampai suatu saat nanti kamu menyesal karena telah menyia-nyiakan cinta istrimu.
zikrafatan 10:20 pm pada 9 Agustus 2010 Permalink |
yah saya paham dengan semua resiko dan semua konsekwensi yang akan saya terima tapi entah mengapa begitu ikhlasnya hati ini dengan segala apa yang akan saya terima nanti jika ini sampai harus menghancurkan semuanya ,,,, mengapa mngapa saya juga heran ,,, begitu kuatkah rasa ini sehingga hanya dialah dan namanya saja yang selalu berada dalam dunia ini ,,,
Yusuf 2:03 pm pada 21 Oktober 2010 Permalink |
bagus sekali.. subhanallah
zikrafatan 6:02 pm pada 29 Oktober 2010 Permalink |
yah benar tiada yang sempurna didunia ini , kesempurnaan hanya milik allah