Bukan Cinta Yang Salah
Sempat terfikir mungkin cinta ini salah atau mungkin qta yang telah salah menempatkan cinta. Mungkin seharusnya rasa ini tak pernah ada. Tapi, siapa yang mampu menolak saat ia datang menyapa. Saat sesuatu yang sempat mengisi angan tiba2 terasa begitu nyata dihadapan. Qta ini Cuma insan biasa yang terkadang sulit untuk menolak. Hingga hati harus terjebak antara rasa, asa dan realita.
Tak mudah untuk memilih meski hati tahu mana yang baik. Melepaskan diri dari zona yang membuat qta nyaman walau itu tak nyata. Kadang hati merasa bersalah, namun entah kenapa selalu saja qta tepis. Selalu mendahulukan perasaan tanpa memikirkan konsekwensi kedepan. Mungkin qta mampu membedakan hitam dan putih, tapi “abu-abu” yang kadang membuat qta terjebak. Kadang terasa hitam namun lebih sering qta yakinkan bahwa itu putih.
Sebuah cinta yang tak sampai pada ikatan suci akan selalu mengalirkan air mata. Meninggalkan luka yang dalam. Dan jika menuruti rasa di hati mungkin tak akan pernah hilang dari ingatan. Bahkan tidak mudah berfikir akan ada orang lain yang lebih baik darinya. Ahhh cinta..
Sudahlah, cukup air mata saja, cukup hati saja yang terluka. Bukan cinta yang salah. Tapi, mungkin cinta ini tidak ditakdirkan untuk bertemu dalam ridho-Nya. Atau mungkin waktunya yang belum tepat. Ikhlaskanlah. Agar air mata dan rasa sakit tidak menjadi sia-sia. Agar Allah menggantinya dengan yang lebih baik di waktu yang terbaik.
Terlalu berat rasanya… Tapi mungkin inilah yang terbaik. Yang terbaik diantara yang baik. Ingatlah, bisa jadi qta menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi qta, dan bisa jadi qta membenci sesuatu padahal ia amat baik untuk qta. Dan hanya Allah yang paling tahu yang terbaik untuk qta.
Yakinlah suatu saat akan terukir senyum di wajahmu. Sebuah senyum paling indah saat cinta telah menemukan tampatnya yang paling baik, yaitu pernikahan.
I Finally Found Something. Cinta itu sebuah rasa yang suci dan harus dijaga dalam kesucian hingga berakhir dalam Ikrar suci dalam Jabatan tangan yang ikhlas.



ageng 8:57 pm pada 31 Desember 2010 Permalink |
Hmm… Sepertinya cinta itu bisa jadi alat penyiksa yg luar biasa
eren 9:14 pm pada 31 Desember 2010 Permalink |
Yup bener.. jika kamu salah meletakkannya..
seperti halnya PISAU.. jika kamu salah memegang atau salah mengarahkan maka bisa melukaimu.. tapi jika benar, maka akan sangat berguna.. dan seperti halnya PISAU meski pernah melukai qta, tetap saja terus qta gunakan..
thanks kunjungannya..
hadi 12:36 am pada 2 Januari 2011 Permalink |
semua itu tergantung alasan kita memiliki cinta..
cinta karena-Nya adalah cinta yang benar dan yg akan mengantarkan kpd kebahagiaan yang hakiki..
syamsa 7:24 am pada 17 Februari 2011 Permalink |
it`s true, so do I … =)
sepertinya ini curahan hati ya ukh?
berasa bnget ditulis dengan perasaan yg dlm ahihihihi
yg membuat sy yakin akan sebuah cinta adalah ketetapanNya, Dia telah mengatur siapakah yg kelak akan pantas menerima cinta kita, tak masalah bila kita pernah “jatuh” pada yg lain, tapi yg terpenting “berikan” pada yang berhak kelak =)
Be wise, this is your life.
“CINTA adalah ketertarikan hebat yang tidak masuk akal, agar sepasang jiwa mengupayakan kebersamaan sebagai pasangan yang menghasilkan keturunan yang melanjutkan kehidupan. KASIH SAYANG adalah keputusan sadar untuk menjadikan kebersamaan seseorang dengan pribadi pilihannya sebagai sahabat yang membesarkan kehidupan. CINTA bisa berlangsung sesaat, dan KASIH SAYANG-lah yang melanjutkannya sampai kapan pun.”
-Mario Teguh-
eren 7:39 am pada 17 Februari 2011 Permalink |
hehe.. ana juga penggemar mario teguh ukh.. salam kenal ya
syukron kunjungannya..
“menggebunya semangat tak akan mampu menerobos benteng takdir.”-al hikam-