Doa untuk dia yang belum halal
Disetiap sholat 5 waktu atau sholat sunnah lainnya saya tak lupa berdoa. Berdoa bagi diri saya, orang tua, keluarga yang lain, sahabat2 saya, dan juga orang2 mukmin yang berjuang di jalan-Nya. Saya ucapkan berulang-ulang doa yang sama tentu untuk kebaikan semuanya.
But, ada satu lagi yang saya sebutkan dalam akhir doa saya. Doa teruntuk seseorang yang pernah begitu berarti untuk saya. Seseorang yang pernah saya harapkan menjadi masa depan. Pastinya doa agar dia baik-baik saja dan juga agar xxxx (hehe rahasia, malu -_-!)
Namun, akhir-akhir ini saya menjadi ragu berdoa untuknya. Ragu apakah yang saya lakukan (berdoa untuknya) ini benar atau salah. Dengan mendikte Allah agar seseorang itu menjadi salah satu yang ditakdirkan-Nya untuk saya.
Huft, akhirnya keraguan itu menjadi sedikit ketakutan. Saya jadi tiba-tiba takut dengan doa saya sendiri. Saya takut, jangan-jangan ‘dia yang saya doakan’ tak akan pernah menjadi halal. Dan ‘seseorang yang akan halal’ untuk saya nantinya tidak suka dengan ini (dengan doa saya tentunya).
Karena saya tahu, saya sendiri pasti tak akan senang mengetahui ‘dia yang nantinya halal’ ternyata dulunya mendoakan wanita lain agar menjadi halal untuk dirinya. Saya pasti akan sangat cemburu jika tahu bahwa ‘dia yang nantinya halal untuk saya’ ternyata di setiap doanya tak pernah luput untuk mendoakan kebaikan wanita lain.
Akhirnya saya putuskan untuk mengubah doa saya. Kali ini saya berdoa agar Allah berkenan memberikan seseorang yang terbaik untuk saya, siapapun dia. Dan menumbuhkan cinta dalam hati saya untuk ‘dia yang halal’. Bukan lagi doa untuk ‘dia yang saya harapkan menjadi halal’.
Wahai Yang Maha Cinta, pertemukanlah daku dengan dirinya yang telah Engkau takdirkan dalam kemuliaan cinta-Mu.




Invincible Tetik 7:08 am pada 18 Juni 2011 Permalink |
he..he..he.. pagi ukhti erna >_<
eren 1:14 am pada 20 Juni 2011 Permalink |
malem mbak..
thanks dah brkunjung ya..
hanis 2:26 pm pada 18 Juni 2011 Permalink |
hehehe, sindrome masa muda.
(tapi doa ini gak pake sebut nama, hehe)
ada doa gini ukht:
ya Allah pertemukan aku dengan dia yang mencintaiMU dan Engkau mencintai dia, serta dia mencintaiku karenaMU, hingga dengan bertemunya kami, menambah kecintaan kami kepadaMU. amiin
hatihatijagahatijagahati!
eren 1:18 am pada 20 Juni 2011 Permalink |
wah pdhl pengennya nyebut nama (hehe becanda), semoga mendapat yg terbaik aja deh secepatnya, biar permasalahan hati gak berlarut2.. karena gak mudah menjaga hati untuk tak jatuh hati.. syukron ukh kunjungannya..
CIPTO 12:24 am pada 22 Juni 2011 Permalink |
memang cinta akan membuat orang berbuat aneh
fi 9:03 am pada 23 Juni 2011 Permalink |
fi pernah ngalami tuh kak,, bikin deg2 ser… kl kita berharap pd kebelumjelasan ya…
eren 8:59 pm pada 23 Juni 2011 Permalink |
hehe iya fi.. cukup berharap ma Allah aja deh biar gak kecewa.. jika dia yg terbaik, Allah pasti akan mendekatkannya pada qta..
fi 10:50 pm pada 27 Juni 2011 Permalink
nih..
sebagai kecocokan prasaan kita, fi kasih kaka awrd ^^
http://adekfi.wordpress.com/awards-2/penghargaan-ketiga-empat-lima-dan-enam/
tafadhol dibuka..
Citra W. Hapsari 6:51 pm pada 24 Juni 2011 Permalink |
duhai ukhty eren,..
“haha,ngaco kan??
“
saya pun pernah menghaturkan doa yang memaksa. “Ya Allah,untuk kali ini katakanlah iya
dan benar,pada akhirnya saya menyerah dan cengar cengir sendiri “semua ini adalah kehendakMU,terserah padaMU,..aku yakin siapapun itu,dia adalah orang yg paling oke untukku
eren 7:32 pm pada 24 Juni 2011 Permalink |
ternyata banyak juga ya yg pernah berdoa gitu.. wajar sih, namanya juga manusia.. yg penting percaya aja deh sama pilihan Allah meski kadang kurang paham maksud baik Allah.. yg jelas apapun pilihan Allah pasti itu yg terbaik..
dwihimura 12:30 pm pada 27 Juni 2011 Permalink |
wahh..
doa saya juga tuh..
emang berat kalo belom punya yang halal tu..
moga Allah segera memberikan yg terbaik untuk saya,,untuk kita semua
Akhmad Muhaimin Azzet 12:15 pm pada 28 Juni 2011 Permalink |
Benar sekali, Uktiy, bila menyebut nama, tapi ternyata kita dijodohkan oleh Allah Swt. dengan yang lain, kita merasa itu bukan anugerah, padahal Allah telah memberikan yang terbaik, lebih sedih lagi, kita malah kecewa. Maka, saya sepakat, untuk berdoa mohon yang terbaik. Hmmm… bagus postingan ini. Makasih ya…
sayyidahali 6:09 pm pada 28 Juni 2011 Permalink |
Menyerahkan kpd keputusan Allah adalah lebih baik. Karena Allah lebih tau buat kita, juga membuat hati lebih lapang.
Hasbunallah wa ni’mal wakiil
Cak Bas 9:13 am pada 29 Juni 2011 Permalink |
yang terbaik menurut kita belum tentu baik dari Allah, yang buruk menurut kita bisa jadi baik dihadapan Allah….
Pakde Kaconk 1:56 pm pada 29 Juni 2011 Permalink |
doa itu baik…”ud`unii astajiblakum”
eren 1:35 am pada 4 Juli 2011 Permalink |
hehe iya bener.. doa itu memang baik.. tapi juga harus dipilah lagi yang mana doa yg memang layak.. jgn sampai Allah gak ridho..