Karena Kita Harus Sehat

Rejeki tidak hanya datang dengan limpahan uang, kebahagiaan, ataupun kesehatan. Rejeki bisa datang dari hal-hal menyedihkan sekalipun. Dalam sakit aja Allah menjanjikan kebaikan untuk kita. Bukankah sakit akan menggugurkan dosa kita??

Yah sakit juga bisa menjadi kebaikan. Jika kita menyikapinya dengan bijak dan tidak mengeluh dengan apa yang kita alami. Karena kita yakin bahwa tak ada satu kejadian pun tanpa seijin-Nya. Begitupun dengan sakit yang kita derita. Kita harus yakin semua adalah kehendak-Nya.

Namun tak berarti kita membiarkan diri kita berlama-lama dalam sakit tanpa usaha untuk menyembuhkan diri. Kita bertahan dalam sakit hanya agar semua dosa-dosa kita berguguran. Atau mungkin kita sudah bosan berobat karena selama ini kita berobat ternyata tak memberikan hasil apa-apa. Dan masih banyak alasan-alasan lain yang kita ajukan untuk mempertahankan sesuatu yang seharusnya tidak kita pertahankan.

Orang yang seperti itu (yang membiarkan dirinya sakit) sama aja dengan mendzolimi diri sendiri. Badan kita juga punya hak untuk sehat. Kita mungkin merasa bahwa hanya kita yang merasakan sakit. Padahal orang-orang yang menyayangi kita juga khawatir dengan keadaan kita, orangtua, saudara, dan sahabat. Kita juga akan mendzolimi mereka jika kita tidak menjaga kesehatan dengan baik.

Sakit memang menggugurkan dosa, namun bukankah dengan badan yang sehat kita akan dapat beribadah dengan lebih baik. Islam membutuhkan orang yang kuat. Yaitu, mereka yang tidak hanya menjaga rohaninya tapi juga jasmaninya. Karena hanya orang-orang yang sehatlah yang dapat berbuat banyak kebaikan untuk umat ini.

Yuk, jaga kesehatan sebelum sakit. Selama sehat perbanyak kebaikan, karena tak banyak hal yang dapat kita lakukan saat sakit. Bersyukurlah selalu apapun kondisi kita. Tawakkal-lah namun tetap ikhtiar, karena tak ada tawakkal tanpa dibarengi dengan ikhtiar. Semoga Allah memudahkan langkah kita meniti kebenaran.

*Special for my friend yang lagi sakit, jangan ngeyel terus gak mau ke dokter.

Advertisements